Showing posts with label belajar fisika. Show all posts
Showing posts with label belajar fisika. Show all posts

Saturday, 31 August 2019

Download Kumpulan buku buku dasar dasar instrumentasi

halo teman teman apakabar semua? semoga kita semua dalam keadaan baik selalu ya :) ok kali ini saya akan membagikan buku buku fundamental yang biasa digunakan untuk menunjang materi dasar dasar instrumentasi , ok langsung saja cekidot :'v

1. Measurement and Instrumentation Principles Alan W Morris


berikut ini adalah link downloadnya

http://www.unhas.ac.id/rhiza/arsip/jurusan/TEKNIK_FISIKA_UNHAS/REFERENSI/Measurement_and_Instrumentation/Measurement_and_Instrumentation_Principles_Alan_W_Morris.pdf

2. The Uncertainty in Physical Measurements


berikut ini adalah link downloadnya

https://dastmardi.ir/wp-content/uploads/2016/09/The-Uncertainty-in-Physical-Measurements.pdf

3. Teach Yourself Electricity and Electronics,4th Edition - (Malestrom)


berikut adalah link downloadnya


4. The-Uncertainty-in-Physical-Measurements


berikut adalah link downloadnya


demikian kumpulan buku buku penunjang mata kuliah dasar dasar instrumentasi semoga bisa bermanfaat bagi kita semua

sekian, terima kasih :) 

Wednesday, 23 May 2018

solusi praktis menghemat BBM

assalamu'alaikum wr wb
apakabar sahabat, semoga kita semua baik2 saja aamiin
disini saya akan bahas sedikir mengenai hipotesis saya mengenai menghemat gaya BBM dengan hukum NEWTON
oke langsung saja saya kasih pamfletnya, untuk penjelasannya silahkan japri saya yang tertera di pamflet


demikian hipotesis saya mengenai cara praktis menghemat BBM, kritik dan saran anda sangat sya butuhkan untuk pengembangan selanjutnya

Tuesday, 22 May 2018

Solusi Mengurangin Angka Kerusakan Pada Kendaraan Yang mengalamai Kecelakaan

Hallo Jumpa lagi di blog saya,
pertama tama marilah kita panjatkan puji dan sukur kita ke hadirat Allah SWT karena atas berkahan nikamtnya kita masih di berikan kesempatan untuk membaca blog ini
Oke langsung saja di sini saya akan membahas tentang sebuah HIPOTESIS saya yaitu " Mengurangi Tingkat Kerusakan Kendaraan Yang mengalami Kecelakaan "

Tentu kita tidak asing lagi dengan yang namanya kecelakan, iya seperti tabrakan dll, hal itu yang menyebabkan banyak memakan korban jiwa, disini saya tidak akan terlalu panjang membahasnya intinya disini saya akan berika berupa pamflet berisi HIPOTESIS saya, untuk penjelasannya anda bisa hubungi Contact saya yang tertera di pamflet

                      

itulah hipotesis saya , kritik dan saran sangat di butuhkan untuk memperbaiki hipotesisi saya semoga para pembaca berkenan memberikan komentar disini untuk pengembangan hipotesis saya yang lebih baik lagi kedepannya

Tuesday, 20 March 2018

Contoh dan pembahasan soal Interferensi Cahaya

Nomor 1: Interferensi Cahaya

Seberkas cahaya jatuh tegak lurus pada kisi yang terdiri dari 5.000 goresan tiap cm. Sudut deviasi orde kedua adalah 30o . Panjang gelombang cahaya yang digunakan adalah……

A. 2.500 angstrong
B. 4.000 angstrong
C. 5.000 angstrong
D. 6.000 angstrong
E. 7.000 angstrong

Pembahasan

Diketahui:

N = 5.000 goresan/cm
n = 2
θ = 30

Ditanya: λ = …

Nomor 2: Interferensi Cahaya

Seberkas cahaya monokromatik dengan panjang gelombang 500 nm tegak lurus pada kisi difraksi. Jika kisi memiliki 400 garis tiap cm dan sudut deviasi sinar 30maka banyaknya garis terang yang terjadi pada layar adalah…..

A. 24                D.  50
B. 25                E.   51
C. 26


Pembahasan 
Diketahui:

λ = 500 nm = 500 . 10-9 m
N = 400 goresan/cm
θ = 300

Ditanya:  n = .........

Jawab:

Nomor 3: Interferensi Cahaya

Cahaya monokromatik dari suatu sumber mengenai celah kembar dan menghasilkan pola interferensi dengan jarak antara dua pola terdekat 0,25 cm., letak layar 100 cm dari celah. Jika jarak celah 0,2 mm, maka panjang gelombang dari cahaya monokromatik tersebut adalah… 

A. 1000 Å
B. 2000 Å
C. 3000 Å
D. 4000 Å
E. 5000 Å

Pembahasan 
d . p / L = n ʎ

Antara dua pola terdekat berarti n = 1
0,2 . 10-2 (0,25 . 10-2) / 1 = 1 ʎ
ʎ = 5 . 10-7 m = 5000 Å
Jawaban: E

Nomor 4: Interferensi Cahaya

Seberkas cahaya monokromatis dijatuhkan pada dua celah sempit vertikal berdekatan dengan jarak d = 0,01 mm. Pola interferensi yang terjadi ditangkap pada jarak 20 cm dari celah. Diketahui bahwa jarak antara garis gelap pertama disebelah kiri ke garis gelap pertama dikanan adalah 7,2 mm. Panjang gelombang cahaya tersebut adalah…

A. 180nm
B. 270 nm
C. 360 nm
D. 720 nm
E. 1.800 nm


Pembahasan 
d p / L = n ʎ
10-5 (7,2 . 10-3) / 2 . 10-1 = 1 ʎ
ʎ = 3,6 . 10-7 = 360 nm
Jawaban : C

Nomor 5: Interferensi Cahaya

Dua celah yang berjarak 1 mm disinari cahaya merah dengan panjang gelombang 6,5 x 10-7 m. Garis gelap terang dapat diamati pada layar berjarak 1 m dari celah. Jarak antara gelap ketiga dengan terang kelima adalah…


A. 0,85 mm

B. 1,62 mm

C. 2,55 mm

D. 3,25 mm

E. 4,87 mm

Pembahasan
d p / L = n ʎ
antara gelap ketiga dengan terang ke lima berarti n = 2,5:
1 . 10-3 . p / 1 = 2,5 (6,5 . 10-7) ʎ
ʎ = 16,25 . 10-4 m = 1,625 mm

Jawaban B

Nomor 6: Interferensi Cahaya

Pada percobaan interferensi celah ganda, jarak antar celah 0,05 cm dan layar ditempatkan 1 m dari celah. Jika dari pengamatan didapat lebar dari terang pusat ke terang ke 3 adalah 7,5 mm, maka panjang gelombang cahaya yang digunakan adalah…

A. 120 nm
B. 430 nm
C. 675 nm
D. 920 nm
E. 1250 nm

Pembahasan 



d p / L = n ʎ
antara terang pusat ke terang 3 berarti n = 3
0,05 . 10-2 (7,5 . 10-3) / 1 = 3 ʎ
ʎ = 12,50 . 10-7 m = 1250 nm

Jawaban : E

Nomor 7: Interferensi Cahaya

Jarak pisah antara dua pola terang hasil interferensi oleh dua celah menggunakan sinar kuning dengan panjang gelombang 600 nm yang diamati pada layar sejauh 1 m dari celah adalah y. Jika digunakan sinar biru dengan panjang gelombang 400 nm, jarak layar terhadap kedua celah agar terbentuk pola terang dengan jarak pisah y adalah… 

A. 0,33 m
B. 0,67 m
C. 0,75 m
D. 1,50 m
E. 8,55 m
Pembahasan 
d y / L = n ʎ atau L = (d y) / (n λ)
Karena d, y, dan n sama maka L sebanding 1/λ
(Lbiru / Lkuning) = (λkuning / λbiru)
(Lbiru / Lkuning) = 600 / 400 = 1,5
Lbiru = 1,5 Lkuning = 1,5 . 1 = 1,5 m
Jawaban: D

Nomor 8: Interferensi Cahaya

Suatu berkas monokromatis dengan panjang gelombang 6 x 10-7 m dilewatkan melalui sepasang celah sempit yang terpisahkan pada jarak 3 x 10-5 m membentuk pola interferensi pada layar jaraknya L = 2 m dari celah tersebut. Jika percobaan ini dilakukan dalam air yang indeks biasnya 4/3 maka jarak antara dua garis terang yang berdekatan adalah…
A. 0,03 m
B. 0,06 m
C. 0,12 m
D. 0,24 m
E. 0,36 m
Pembahasan 
air / λudara) = (nudara / nair)
air / λudara) = 1 / (4/3) = 3/4
λair  = 3/4 λudara = 3/4 (6 . 10-7) = 4,5 . 10-7 m
Interferensi celah ganda
d p / L = n λ atau p = (nλL) / d
Jarak dua terang yang berdekatan berarti n = 1
p = 1 . 4,5 . 10-7. 2 / 3 . 10-5 = 3 . 10-2 m

Nomor 9: Interferensi Cahaya

Pada percobaan Young digunakan celah ganda yang terpisah pada jarak 0,063 mm sedangkan pola gelap terangnya diamati pada layar yang berjarak 4 m dibelakang celah. Jika pada percobaan tersebut digunakan sinar laser dengan panjang gelombang 630 nm, jarak antara pola gelap pertama disebelah kanan dan kiri adalah…

A. 2 cm
B. 4 cm
C. 8 cm  0-2 
D. 10 cm
E. 12 cm

Pembahasan

p = (nλL) / d = 1 (6,3 . 10-7) . 4 / 6,3 . 10-5 
= 4 . 10-2 m

Jawaban: D

Nomor 10: Interferensi Cahaya

Dua puluh pola gelap terang interferensi menyebar 4 cm pada layar yang letaknya 50 cm dari dua celah yang berjarak 0,01 cm. Besar panjang gelombang yang melewati celah adalah…

A. 50 nm
B. 100 nm
C. 300 nm
D. 400 nm
E. 500 nm

Pembahasan 
d p / L = n λ
dua puluh pola gelap terang berarti n = 20
0,01 . 10-2 (4 . 10-2) / 0,5 = 20 λ
λ = 4 . 10-7 m = 400 nm

Nomor 11

Sebuah cahaya monokromatis dengan panjang gelombang 6000 Å datang hampir tegak lurus pada permukaan lapisan tipis sabun. Ketebalan lapisan tipis sabun tersebut agar dapat diperoleh terang maksimum pada cahaya yang dipantulkan adalah… 

A. 0,01 µm
B. 0,15 µm
C. 0,30 µm
D. 0,45 µm
E. 0,60 µm

Pembahasan 
Interferensi maksimum pada selaput tipis yang berada di udara terjadi bila memenuhi:
2nd cos r = (m – 1/2) λ
Sinar hampir tegak lurus berarti r = 0, sehingga cos r = cos 0 = 1.
2nd = (m – 1/2) λ atau d = (m – 1/2)λ / 2n
n = indeks bias selaput = indeks bisa udara = 1
d = λ / 4 n = 6000 / 4 . 1 = 1500 Å = 0,15 µm

Jawaban: B

Demikian postingan kami mengenai  Contoh dan pembahasan soal Interferensi semoga dapat bermanfaat.

Monday, 2 January 2017

Dilatasi Waktu

Assalamualaikum Wr Wb

Saya disini akan membahas sedikit tentang Dilatasi waktu. ya dilatasi waktu masih banyak orang yang belum tau apa itusih dilatasi waktu?oleh karena itu saya akan bahas mengenai dilatasi waktu

1. Pengertian Dilatsi Waktu

DIlatasi Waktu adalah salah satu dari teori relativitas Enstein yang mana dua pengamat yang saling bergerak relatif satu sama lain akan mengamati bahwa jam pengamat lain berdetak/bergerak lebih lambat dari jamnya. Hal ini bukan merupakan sebuah bentuk kesalah dari Waktu, Melainkan memang sifat ilmiah/dasar dari Ruang dan waktu yang sudah di jelaskan Enstein beberapa abad yang lalu.

Sering sekali kita bingung dalam dalam mempelajari efek ini, karena memang efek ini terjadi pada 2 pengamat. Contoh,  jika pengamat A mengamati bahwa jam pengamat B berdetak lebih lambat karena efek ini, maka pengamat B juga akan mengamati bahwa jam pengamat A berdetak lebih lambat. Hal ini sangat berlawanan dengan intuisi: jika A mengamati jam B berdetak lebih lambat maka B akan mengamati jam A berdetak lebih cepat.

 Adapun Persamaan dari selang waktu {\displaystyle \Delta t\,}
    Hasil gambar untuk rumus dilatasi waktu
Selang waktu Δt0 antara dua kejadian yang terjadi pada tempat yang sama (x2 = x1) dalam kerangka acuan S’ diukur menjadi Δt0. Dari persamaan






selang waktu Δt antara kedua kejadian yang diukur dalam kerangka acuan S adalah Δt = t2 - t2







karena x’2 = x’1 maka x’2 - x’1 = 0, jadi

Δt = k(t’ 2 - t’ 1)

karena t’ 2 - t’ 1 = Δt0 maka






dengan:

Δt = selang waktu yang dinyatakan oleh jarum jam yang bergerak terhadap kejadian

Δt0 = selang waktu yang dinyatakan oleh jarum jam yang diam terhadap kejadian



Tetapan transformasi k adalah bilangan yang lebih besar dari 1 sehingga dalam persamaan di atas, Δt selalu lebih besar daripada Δt0. Dapatlah kita simpulkan bahwa selang waktu yang diamati oleh jam yang bergerak terhadap kejadian adalah lebih lama daripada selang waktu yang diamati oleh jam yang diam terhadap kejadian (Δt > Δt0). Peristiwa ini dinamakan dilatasi waktu atau pemuluran waktu.
Contoh soal dilatasi Waktu
misalkan kita bergerak dengan mobil kita terus menerus selama 100 tahun (misalkan! ) dengan kecepatan 100 km/jam. Mula-mula kita konversikan dulu kecepatan 100 km/jam menjadi 27.8 meter/detik. Bagi mereka yang belum bi(a)sa mengkonversikan dari satuan km/jam menjad meter/detik, caranya adalah sebagai berikut: 100 \frac{km}{jam}\:=\:100 \frac{km}{jam}\:X\:\frac{1000\:m}{1\:km}\:X\:\frac{1\:jam}{3600\:detik}\:=\:27.8\frac{m}{detik}
Lalu sesudah itu kita masukkan kecepatan tersebut ke dalam rumus dilatasi waktu seperti di atas:
{t}_{1}=\frac{{t}_{o}}{\sqrt{1-\frac{{v}^{2}}{{c}^{2}}}}
100=\frac{{t}_{o}}{\sqrt{1-\frac{{27.8}^{2}}{({3\:X\:{10}^{8})}^{2}}}}
100=\frac{{t}_{o}}{\sqrt{1-\frac{772,84}{9\:X\:{10}^{16}}}}
100=\frac{{t}_{o}}{1}
{t}_{o}\:=\:100
Dengan memakai kalkulator kita tentu dengan mudah dapat menghitungnya. Kita dapat melihat di sini bahwa kalau kita bergerak ‘hanya’ dengan kecepatan 100 km/jam dalam waktu 100 tahun, maka waktu pada benda diam dan waktu pada benda bergerak perbedaan sangat sangat sangat kecil sekali, sehingga bisa diabaikan. Alias 100 tahun pada benda diam sama dengan 100 tahun pada benda yang bergerak secepat 100 km/jam. Nah, sekarang coba kalau kita naik pesawat ruang angkasa dengan kecepatan 0,7 kali kecepatan cahaya (0,7c) atau 0,7 X 1.080.000.000 km/jam = 756.000.000 km/jam. Kita masukkan ke dalam rumus, maka:
{t}_{1}=\frac{{t}_{o}}{\sqrt{1-\frac{{v}^{2}}{{c}^{2}}}}
100=\frac{{t}_{o}}{\sqrt{1-\frac{{(0,7c)}^{2}}{{c}^{2}}}}
100=\frac{{t}_{o}}{\sqrt{1-\frac{{0,49c}^{2}}{{c}^{2}}}}
100=\frac{{t}_{o}}{\sqrt{1-\:0,49}}
100=\frac{{t}_{o}}{0,714}
{t}_{o}=71.4
Maka terlihat bahwa 100 tahun waktu di Bumi sama dengan 71.4 tahun waktu di pesawat luar angkasa yang melakukan perjalanan selama 100 tahun di Bumi. Sekarang kita coba masukkan kecepatan 0,8c, 0,9c, 0,95c, 0,99c, 0,999c ke dalam rumus di atas dan hasilnya:
0,8c ——-> t_o = 60 tahun
0,9c ——-> t_o = 43,6 tahun
0,95c ——> t_o = 31.2 tahun
0,99c ——> t_o = 14,1 tahun
0,999c —–> t_o = 4,48 tahun
Di atas kita melihat bahwa 100 tahun di Bumi sama dengan 4,48 tahun (kira2 4 setengah tahun lah!) waktu di pesawat angkasa yang bergerak dengan kecepatan 0,999c selama 100 tahun Bumi. Ini adalah setitik harapan bagi kita yang ingin menjelajahi bintang-bintang di galaksi lain yang jauhnya. Namun tentu saja ini bukan perkara yang mudah, selain kendala teknologi juga untuk menerbangkan pesawat luar angkasa yang besar dengan kecepatan 0,999c tentu memerlukan energi yang sangat sangat sangat besar, seluruh cadangan energi organik yang ada di Bumi sekarang belum tentu bisa menerbangkan pesawat luar angkasa ini sampai ke ujung galaksi, apalagi sampai ke galaksi lain! Untuk itu perjalanan angkasa seperti ini nampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat ini.
2. Kesimpulan
Dilatasi mempengaruhi waktu terhadap seseorang yang bergerak relatif mendekati kecepatan cahaya. dilatasi waktu juga yang mempengaruhi jika 24 jam tahun 2000 belum tentu sama dengan 24 jam tahun 2017, oleh karena itu mengapa banyak orang beranggapan bahwa mengapa " waktu terasa begitu cepat? " karena pengaruh dilatasi waktu lah yang perbedaan waktu itu semua.
sekian pembahasan tentang dilatasi waktu, semoga bermanfaat dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekuarangan

Wassalamualaikum  Wr Wb


Sunday, 1 January 2017

Gravitasi Part2

Assalamualaikum Wr Wb

OKe teman-teman sekalian, sebelumnya saya juga perbah bahas tentang Gravitasi namun itu gravitasi menurut beberapa pendapat ilmuwan dunia. Tapi sekrang kita akan coba menggali lebih dalam lagi tentang gravitasi berdasarkan teori yang ada baik menurut Siir Isaac Newton manupun Albert Enstein.

Sebelum Kita bahas jauh tentang Gravitasi, mari kita pahami sejenak tentang gravitasi. Gravtitasi karena ada gravitasi semua benda dapat jatuh dan tertarik ke suatu partikel bermassa. Jadi Gravitasi gravitasi adalah faktor terjadinya gaya tarik-menarik partikel bermassa, jadi kita dapat ambil kesimpulan gravitasi adalah Proses tarik menarik antara benda bermassa.

Oke sekarang kita coba hubungkan kembali dengan teori 2 ilmuwan

1. Siir Isaac Newton, Gravitasi gaya tarik partikel karena adanya massa m1 dan jarak antara partikel bermassa m2

   

                                                                ( Gravitasi Newton )

2. Albert Enstein, Gravitasi adalah gaya tarik benda bermassa karena pengaruh hasil Warping/kelengkukan dari kain dimensi dan waktu


kurva ruang dan waktu

                     ( Gravitasi Enstein )

Oke coba kita pahami sejenak dari dua teori gravitasi diatas apakah bisa kita membuat sebuah kesimpulan baru tentang teori gravitasi, yang mana masih sedikit sekali data tentang gravitasi ini. oleh karena itu mari kita bahas bersama sama gravitasi

Logika Gravitasi

                                                  ( Logika Gravitasi )

Nah sekarang coba kita amati gambar Logika Gravitasi, disitu kita ketahui bahwa ada dua kesimpulan dari gaya gravitasi. Jadi gaya gravitasi itu pasti terjadi pada partikel bermassa. nah sekarang yang jadi permasalahan yaitu tentang seperti apa itu gravitasi sebenarnya? jadi teori Siir Isaac Newton dan Albert Enstein tidaklah saling bertentang, kenapa? setelah kita amati gambar diatas kita ketahui bahwa partikel bermassa akan menyebabkan warping/kelengkukan dimensi ruang dan waktu Juga akan menyebabkankan Teriknya Kain Ruang dimensi dan waktu. yang mana Massa disini sebagai m dan tertariknya kain ruang sebagai r. ketika massa semakin besar makan kelenkukan keruangan akan semakin besar pulan hal itu akan menyebabkan partikel bermassa di area Warping akan tertarik, juga bila suatu Massa semakin besar pulan maka kain ruang pula akan tertarik, sehingga partikel bermassa yang berada di di kain demensi ruang dan waktu akan tertarik menuju partikel bermassa yang lebih besar. Namun kita lihat selain adanya Tarikan ternyata ada dorongan pula yang juga disebabkan oleh partikel bermassa, mengapa ini bisa terjadi? hal ini terjadi untuk menjaga ke stabilan keruangan karena area volome keruangan itu tetap, walaupun ada beberapa teori bahwa keruangan itu bertambah dan bertambah. Jadi arah gaya tarik dan dorong saling bertolakan, bilang gaya tarik bernilai (+) maka gaya dorong bernilai (-).

Kesimpulanya=Gravitasi adalah suatu proses tarik menarik juga terdorongnya dimensi ruang dan waktu sehingga partikel bermassa akan tertarik dan terdorong yang arahnya berlawanan.

Sekian Pemabahasan Gravitasi Part2 kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. mohon maaf bila ada kesalahan kata atau kekeliruan. dan bagi yang ingin berkomentar saya persilahkan jika menemukan keleliruan atau ketidakpasan.

Wassalamualikum Wr Wb

Gaya Gravitasi

Assalamualaikum Wr.Wb

Kali ini saya akan membahas mengenai gaya Gravitasi, disini kita akan menyimpulkan gaya gravitasi secara to the point , oke sebelum lebih jauh membahas gaya Gravitasi adakalanya kita beberkan gravitasi menurut 2 ilmuan terkenal Yaitu Sir Isaac Newton dan Albert Einstein , oke langsung saja

1. Sir Isaac Newton

Hukum tarik-menarik gravitasi Newton Gravitasi adalah suatu proses tarik menarik benda yang bermassa m, yang terjadi pada jarak tertentu r, oleh karena adanya massa dan jarak suatu partikel inilah yang menyebabkan terjadinya gaya gravitasi. Semakin besar massa suatu partikel maka semakin besar pula gaya tarik gravitasi, namu semakin jauh jarak partikel bermassa maka gaya tarik gravitasi akan semakin mengecil. Teori Isaac Newton ini di temukan setelah ia melihat sebuah buah jatuh ke bawah dari pohonya yang kemudian membuat dia berfikir bahwa adanya gaya yang menarik buah tersebut.
Gaya tarik menarik gravitasi ini dinyatakan oleh Siir Isaac Newton melalui tulisannya di journal Philosophiae Naturalis Principia Mathematica pada tanggal 5 Juli 1687 dalam bentuk rumus sebagai berikut:

Hukum Newton tentang gaya tarik menarik gravitasi umum
di mana:
F adalah besarnya gaya gravitasi antara dua massa tersebut,
G adalah konstanta Gravitasi (6,67)
m1 adalah massa  benda pertama
m2 adalah massa i benda kedua
r adalah jarak antara dua massa tersebut.
Teori ini kemudian dikembangkan lebih jauh lagi bahwa setiap benda angkasa akan saling tarik-menarik, dan ini bisa dijelaskan mengapa bumi harus berputar mengelilingi  matahari untuk mengimbangi gaya tarik-menarik gravitasi bumi-matahari. Dengan menggunakan fenomena tarik menarik gravitasi ini juga, meteor yang mendekat ke bumi dalam perjalanannya di ruang angkasa akan tertarik jatuh ke bum
2. Albert Enstein
 http://phenomena.nationalgeographic.com/files/2014/04/Albert_Einstein_Head.jpg
Albert Esntein. ya Enstein adalah pangilan khas milinya, siapa yang tidak tahu tentang ilmuwan tersohor asal germany ini dengan teori yang terkenal yaitu teori relativitas enstein, namun selain teori relativitas Einstein juga memiliki teori tentang Gravitasi.
Pada awal tahun 1900-an,Albert EInstein datang dengan teori baru tetntang Gravitasi, bahawa gravitasi tidak mutlak berasal dari pengaruh massa dan jarak suatu partikel melainkan karena pengaruh melengkuknya ruang kain dimensi dan waktu. hal inilah yang menyebabkan benda yang berada di zone Warping/kelengkukan ruang akan jatuh.

Memvisualisasikan Gagasan Einstein

Asal teori Einstein menggunakan matematika. Namun, Anda bisa mendapatkan pemahaman yang baik dengan bantuan analogi visual yang sederhana. Bayangkan sebuah bola bowling menekan trampolin. Permukaan trampolin akan melengkung ke bawah bukannya datar. Sekarang bayangkan menempatkan bola lebih ringan di tepi trampolin. Apa yang akan terjadi? Ini akan menggelinding ke arah bola bowling. Atraksi bola bowling ini jelas terjadi karena kurva trampolin ke bawah, bukan karena dua bola sebenarnya tertarik satu sama lain oleh suatu kekuatan tak terlihat yang disebut gravitasi.
Einstein berteori bahwa matahari dan badan yang sangat besar lainnya mempengaruhi ruang dan waktu di sekitar mereka dengan cara yang mirip dengan efek bola bowling pada trampolin. Semakin besar benda, semakin menyebabkan ruang-waktu melengkung. Ide ini diwakili oleh Gambar di bawah ini. Menurut Einstein, benda bergerak menuju satu sama lain karena kurva dalam ruang-waktu, bukan karena mereka menarik satu sama lain dengan kekuatan tarik. Teori Einstein didukung oleh bukti dan diterima secara luas hari ini, meskipun hukum Newton masih digunakan untuk banyak perhitungan. Anda dapat melihat animasi dari warping ruang-waktu di URL berikut.http://einstein.stanford.edu/Media/Einsteins_Universe_Anima-Flash.htm

Oke Kesimpulan dari gaya Gravitasi menurut ke 2 ilmuan tersebut

1. Isaac Newton   = Gravitasi merupakan dampak dari tarik menarik dua benda atau lebih yang bermasa pada jarak tertentu

2. Albert Enstein  = Gravitasi Merupakan hasil Warping/Kelengkukan Dimensi,Ruang dan waktu karena adanya pengaruh masa suatu benda

3. Teori Menurut Diri Pribadi
Sebuah konsep dimana Gravitasi merupakan hal-hal yang berhubungan dengan gaya tarik jika di tinjau dengan melihat dari ke dua teori para ilmuan tersohor tersebut, namun menurut diri pribadi gaya gravitasi tidaklah mutlak tarik menarik melainkan bila adanya tarikan disitu pula ada dorongan, dengan menggunakan Hipotesa bahwa " Gravitasi Merupakan Pengaruh karena adanya energi alam mutlak pada suatu partikel bermasa, masa lah yang menghasilkan energi, sehingga karena energi tersebut mempengaruhi keruangan di sekitarnya, akibatnya keruangan meneruskan energi yang berasal dari partikel ber masa, Energi di teruskan berupa menggulungnya kain ruang dimensi dan waktu, sama seperti kita menaruh sebuah benda di atas kain kemudia di tengah-tengah kain tersebut kita tarik maka otomatis benda yang berada di atas kain akan ikut tertarik karena menggulungnya kain, begitu pula sama halnya dengan tertariknya dan terdorongnya keruangan karena pengaruh energi alam mutlak

(Gravitasi sudut pandang energi dari suatu partikel)

Gambar diatas merupakan , gambaran gravitasi karena pengaruh energi suatu partikel, ketika tarikan itu terbentuk maka secara otomastis dorongan pula akan terbentuk

So sekian paparan tentang Gravitasi menurut para ilmuan tersohor dan diri pribadi, saya harap anda dapat memberikan masukan tentang teori, terutama teori Gravitasi menurut diri saya pribadi di kolom komentar yang sudah di sediakan. sekian mohon maaf atas kekuranganya

Wassalamuialaikum Wr Wb